Dalam Kepalsuan, Mengharap Angan Nyata
Angan yang berlari kencang
Membawa kebahagiaan dan senyuman...
Aku tertawa dan bertanya,
"Bahagia?"
"Senyum?"
"Apa artinya itu?"
Terakhir aku tertawa dengan arti bahagia adalah ketika aku....
ah...memori itu telah padam
mungkin
Aku mengalami lupa
Andai angan itu benar
Andai angan itu nyata
Aku ingin berlari bersamanya
Aku ingin hidup di dalamnya
Karena jejakku saat ini hanyalah hampa
Kepalsuan yang semakin mengganda
Sedikit dan perlahan aku mulai meledak
Tak tahan akan kepalsuan
Tapi daya tubuhku sudah tak sanggup bercerita dengan nyata
Pikiranku sudah tak mempan bergulat dengan realita
Kepalsuan adalah jalan terbaik
saat ini
Walaupun dalam doa dan harap
Angan itu nyata
Menyelamatkanku dan membebaskanku
Membawaku dalam arti bahagia yang sebenarnya
Membuat senyumku dalam arti yang sebenarnya
Karena aku juga berhak bahagia
Aku juga berhak untuk tersenyum
Membawa kebahagiaan dan senyuman...
Aku tertawa dan bertanya,
"Bahagia?"
"Senyum?"
"Apa artinya itu?"
Terakhir aku tertawa dengan arti bahagia adalah ketika aku....
ah...memori itu telah padam
mungkin
Aku mengalami lupa
Andai angan itu benar
Andai angan itu nyata
Aku ingin berlari bersamanya
Aku ingin hidup di dalamnya
Karena jejakku saat ini hanyalah hampa
Kepalsuan yang semakin mengganda
Sedikit dan perlahan aku mulai meledak
Tak tahan akan kepalsuan
Tapi daya tubuhku sudah tak sanggup bercerita dengan nyata
Pikiranku sudah tak mempan bergulat dengan realita
Kepalsuan adalah jalan terbaik
saat ini
Walaupun dalam doa dan harap
Angan itu nyata
Menyelamatkanku dan membebaskanku
Membawaku dalam arti bahagia yang sebenarnya
Membuat senyumku dalam arti yang sebenarnya
Karena aku juga berhak bahagia
Aku juga berhak untuk tersenyum
Komentar
Posting Komentar