Kuatnya Kepalsuan Angan
Kuatnya Kepalsuan Angan
Ketika sayapku kekurangan energi, menyesak
dan napasku kehilangan tujuan
Sakit dan gaduh menyeruak dari dalam dadaku
Tapi saat itu pulalah aku segera terbangun
dari asa
Tak ada obatnya, tegasku
Hanya diriku
Hanya kokohnya kepakan sayapku
Hanya kuatnya otakku berjalan
Hanya teguhnya kakiku berlari
Hanya aku
Aku mencoba bertahan
Setidaknya dengan doa kering dan sarkastik,
dengan harap tipis
Aku membayangkan keindahan
Keindahan yang mungkin ada dan nyata bagiku
Indahnya makhluk Tuhan yang tak bisa kujamah
Manisnya garis seni rupanya yang hanya bisa kupeluk dalam angan
Alunan senandung yang memerangkap kedua telingaku
Hanya berbentuk segurat sketsa
Namun setidaknya berhasil mengikatku untuk tetap sadar
Menatap matahari, terbang bersama angin, menyaksikan keanggunan malam
Berusaha menikmati tiap sentimeter gerakku
Walaupun hanya sekelabut kabut yang selalu
lolos dari jangkauanku
Setidaknya, ya setidaknya kuharap bisa
menopang lemahnya jiwaku
Disaat ruhku sudah putus asa
Karena beratnya bongkahan-bongkahan kehidupan
yang lengket di bahuku
Sebelum tiba waktunya
Untuk diriku benar-benar jatuh ke bumi
Komentar
Posting Komentar